Implementasi Sistem Informasi


DFD
Melalui DFD berikut ini akan digambarkan aliran informasi yang terlibat dalam proses sistem informasi Restoran dan data-data terkait secara detil.



Diagram ini adalah diagram yang akan menggambarkan hubungan setiap entitas yang terlibat dalam sistem secara umum. Entitas adalah kelompok pemakai yang akan menggunakan sistem.



Diagram Zero
Dan berikut ini merupakan diagram zero yang diturunkana atau diperinci lagai dari diagram konteks sebelumnya.



Entity Relationship Diagram
I

IMPLEMENTASI SISTEM PADA RESTORAN

Entitas-entitas dalam yang terdapat dalam Chicken Farm ini adalah:

1. Pemilik

  • Berposisi tertinggi di dalam perusahaan, memberikan ijin kepada manajer untuk mengambil keputusan harian

  • Menerima rekap laporan dari manajer

  • Mengambil kebijakan perusahaan

2. Manajer

  • Mengambil keputusan harian

  • Menerima laporan harian dari petugas kandang, melakukan rekapitulasi dan melaporkannya kepada pemilik

  • Melakukan transaksi dengan distributor ayam dan pemasok pakan ayam.

3. Kepala Persedian, mencatat data untuk laporan harian berupa:

  • Mencatat persediaan logistik dari pemasok dan mengatur persedian setiap logistik yang keluar maupun masuk.

Entitas-entitas luar yang terdapat dalam Restoran ini adalah:

1. Supplier

Supplier adalah orang atau perusahaan yang memasok persedian berupa bahan baku makanan yang dibutuhkan restoran.

2. Jukir

Jukir atau Juru Parkir adalah orang yang membantu memakirkan kendaraan pelanggan sebelum memasuki restoran.



1. Fase Awal Pengembangan Sistem



Fase awal pengembangan sistem mengutamakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :



Perencanaan sistem



Analisis sistem



Perancangan sistem secara umum/konseptual



Evaluasi dan seleksi sistem

1.1 Fase Perencanaan Sistem



1.1.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem



Sistem adalah kumpulan elemen yang masing-masing elemen tersebut memiliki fungsi masing - masing, namun secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan dari adanya sistem tersebut. Sebuah mobil dapat dikatakan sebuah sistem karena di dalamnya terdapat kumpulan elemen.Sistem yang kita bahas sebagai contoh sederhana di sini adalah Sistem Informasi pada peternakan ayam.

1.1.2 Tujuan Dari Pengembangan Sistem



Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah memudahkan para pelanggan dan proses transaksi yang ada di peternakan ayam.

1.1.3 Batasan Masalah



Dalam pengembangan sistem ini, penulis membatasi masalah pada transaksi dan menangani pemesanan pada restoran.



1.1.4 Studi Faktor Kelayakan

Kelayakan Ekonomis



Sistem ini mempunyai nilai yang ekonomis, karena tidak terlalu berorintasi pada hardware yang canggih dan operator yang mempunyai keahlian khusus, jadi banyak biaya yang dapat di kurangi dengan memakai sistem ini seperti : biaya merekrut tenaga ahli, biaya perangkat lunak dan perangat keras yang dipakai.



Kelayakan Operasional



Pada system ini, prosedur dan keahlian pegawai sudah cukup untuk mengoperasikan system yang dirancang untuk kesuksesan system ini



Kelayakan Rencana



Pada system ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat sepenuhnya system ini dapat dioperasikan.



Diferensiasi



Dengan adanya sistem ini pelayanan berbasis komputerisasi, pelayanan yang diberikan akan lebih cepat, proses lebih mudah untuk dilaksanakan, proses pembagian lebih terstruktur, lebih mudah dan cepat.



Sumber : http://blog.its.ac.id/adtgasal0809/2008/12/27/analisis-sistem-restoran-“nikmat-rasa”



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Implementasi Sistem Informasi"

Posting Komentar